Suatu hari, saya pernah mengajukan keluh kesah, di antara penat menjalani rutinitas pekerjaan yang serba monoton, saya berucap, Tuhan ... Betapa menyenangkannya terlepas dari semua rutinitas menjemukan ini. Saya leluasa duduk santai berhari-hari di rumah. Membaca buku. Menulis jurnal. Menonton drama Korea. Menyesap kopi hitam pekat. Menghabiskan waktu berbincang lebih banyak dengan Papa tersayang. Betapa melegakannya bila saya tak usah banting tulang mengumpulkan uang sekadar menyambung hidup untuk hari depan. Hmm ... Tanpa saya sadari, beberapa hari kemudian, Pandemi menggila. Banyak korban berjatuhan di seluruh dunia. Tempat saya bekerja pun terkena imbas. Seketika, saya menyesali keluh kesah di sore itu. Andai boleh memutar waktu saya lebih memilih menikmati kesibukan ketimbang duduk santai berhari-hari. Setahun belakangan bukanlah hal mudah bagi kita semua. Pandemi menghadapkan kita pada situasi pelik. Kehilangan orang-orang tercinta, diberhentikan dari pekerjaan, keuangan yan...
Book Review.Beauty.Food.Travel