Langsung ke konten utama

Postingan

Review Scarlett Whitening Complete Brightly Facial Care

Aloha temans !  Kali ini, saya mau review Scarlett Whitening Complete Brightly Facial Care .  Dua Minggu belakangan, mood saya happy banget. Bawaannya pengen senyum narsis depan cermin. Keputusan impulsive bawa hasil untuk kulit wajahku yang bermasalah. Yup, saya akhirnya nyobain rangkaian Scarlett Whitening Complete Brightly Facial Care dan cocok sama kulit sensitifku. Yippie!  Di usia yang sudah melewati kepala tiga, tapi menolak dibilang tua, saya cukup konsen melakukan perawatan wajah. Karena saya sendiri mulai merasakan perubahan pada kulit wajah. Seperti muncul kerutan halus, panen flek hitam, kantung mata menyerupai mata panda, hingga kelembapan kulit yang berkurang. Panik gak tuh ? Paniklah, masa nggak !  Tua itu mutlak, gak bisa diganggu gugat, tapi kalo lajunya bisa diperlambat kenapa nggak ? Nyobain produk face care Scarlett Whitening adalah usaha kesekian yang berujung indah. Yuk simak ! Kenapa memilih Scarlett Whitening Facial Care  Berdiri sejak 2017, brand lo
Postingan terbaru

Review Scarlett Body Care Perfect Coffee Edition

Review Scarlett Body Care Perfect Coffee Aloha temans !  Pernah kena burnout nggak ? Burnout menurut definisiku adalah suatu kondisi mental dan fisik yang kelelahan, kehilangan semangat, trus bawaannya mager.  Nah, caraku mengatasi burnout adalah dengan "me time". Salah satu kegiatan "me time" favoritku yaitu luluran kala weekend. Tidak sekadar kegiatan eskfoliasi kulit tubuh semata melainkan saya juga manfaatin sebagai sarana kontemplasi sekaligus menjernihkan pikiran.   Agar kegiatan "me time" berkesan dan fun, saya akhirnya mutusin beli produk keluaran terbaru dari Scarlett yaitu Body Care Perfect Coffee Edition yang terdiri dari Body Scrub, Body Shower Scrub, serta Body Lotion varian Jolly. Komplit yah ? Demi dapetin hasil maksimal, usahanya harus ekstra ya hehe.  Scarlett Body Scrub Coffee  BPOM NA 1821070058 Netto : 250 ml Varian Lain : Romansa & Pomegrante Ingredients :  Aqua Demineralisata, Polyethylene, Cetearyl Alcoh

[FOOD] Pisang Panggang Santan Khas Bukittinggi

Entah bagaimana semua bermula. Pertemuan yang biasanya diisi dengan berbagi kabar atau sesekali berjalan kaki menyusuri sudut kota berubah menjadi ritual makan. Tentunya dengan obrolan yang menurutku berbobot. Sambil menikmati seporsi makanan nikmat, sepasang sahabat berbagi kecemasan, saling menguatkan hingga menertawakan lika-liku hidup masing-masing.  Menjadi perempuan dewasa, duo anak tunggal ini berjibaku untuk terus bertahan dengan kemelut hidup. Satu-satunya penyemangat bertemu kawan yang sungguhan kawan. Tulus mendengarkan kala berkeluh kesah. Menghibur dengan komentar receh. Atau berburu makanan lantas menjabarkan beragam rasa yang tercicipi lidah. Berdiskusi mulai dari topik serius hingga paling receh.  Pada pertemuan lalu, suasana hatiku sedang tidak baik. Kabar duka sungguh menyesakkan dada. Saya sedang ingin bercerita, menumpahkan kecemasan, berbagi kekhawatiran. Ajakannya kuterima dengan antusias.  Pusat kota kami telusuri. Perut sengaja dikosongkan. Kami berd

Menjelma Malaikat

Rasanya ingin kupeluk penuh sayang beliau Namun, gengsiku serba terlampau Batas-batas yang sukar terhalau Tak urung, ucapan terima kasih caraku menghargai perhatian Papa yang luar biasa hari ini Tanpa dukungan serta perhatian beliau, mustahil Puasa hari ini dapat terlalui hingga adzan Maghrib  Satu pertanyaan di awal pagi,  masih Puasa ?  Langkah kakiku tertahan. Setan hampir saja memperdaya diri yang gampang terombang-ambing ini  Sementara Papa menjelma malaikat, menuntunku penuh sayang  Kuhaturkan banyak terima kasih serta luapan rasa syukur tak berhingga.  Baca Juga  Hatimu Bara Api Kepala Penuh Abu Ampas Kopi Dan Kunamai Langit

Juli, Mari Jaga Diri Baik-Baik

Juni berlalu tanpa sempat kuajak duduk sembari berbincang tentang hidup yang makin tak pasti Juli pun bertandang, ingin tawarkan suka cita, secercah semangat tapi tak satu jua pun pijar diri terlecut Juli tahun lalu ataukah Juli tahun ini tak menyisakan perbedaan. Hmm, benarkah ?  Di sudut hari, di ujung lelah yang menggerogoti diri, kau tahu tiada guna berpikir sedemikian keras, yang dibutuhkan berpikir waras. Sekadar sehat, berkumpul dengan orang-orang tersayang, memiliki kebebasan memilih, tahu persis apa yang kauinginkan, serta mampu mengasihi di sela himpitan beban hidup merupakan kesyukuran yang harus terus terucap  Pandemi terus melaju. Jangankan istirahat , ia malahan giat dan liat. Macam-macam saja tingkahnya. Tahu tidak, tahun lalu ia masih dinamai si bedebah Corona. Di bulan Juli ia ciptakan nama baru, delta ? Hmm sungguh nama-nama ajaib yang membuatku sakit kepala  Baiklah,  Juli masih tak perlu disambut antusias namun tak lantas menihilkan imunitas  Mari jaga d

Tantangan Menulis 30 Hari

Foto : Pexels Tantangan menulis 30 hari yang diadakan oleh Blogger Perempuan membuat Ramadan terasa menyenangkan. Tak ada lagi waktu terbuang sia-sia. Rutinitas monoton yang biasanya membuatku jemu. Dengan menulis, saya bisa menumpahkan semua beban emosi. Meski kerap dihinggapi perasaan insecure, takut tulisannya tidak menarik, tapi lama kelamaan timbul semacam kesadaran dalam diri bahwa saya toh tidak sendiri. Selama kegiatan ini berlangsung, saya membaca beberapa tulisan para blogger, sebagian memukau, sebagian lain memantik semangat diri untuk terus melanjutkan tulisan ini. Bagus atau enggak, lanjutkan saja, yang penting bangun kebiasaan menulis dulu.  Seumur-umur, baru di tantangan menulis 30 Hari Blogger Perempuan yang konsisten saya ikuti sampai akhir. Biasanya,  sering gugur di tengah jalan. Faktor kesibukan yang dulu saya jadikan alasan. Padahal, yaa karena males aja sebenarnya hehe ...  Saya menulis selepas sahur sambil menunggu adzan Shubuh. Senyap. Sunyi. Nyatanya, m

Rekomendasi Podcast Favorit

Pertama-tama, mau ngucapin selamat merayakan idul Fitri teman-teman. Bagaimana acara kumpul-kumpulnya, dapat serangan pertanyaan tidak penting nggak, atau apa kabar timbangan ? Hehe  Pexels Lebaran kali ini masih kita rayakan dalam suasana Pandemi, ada yang berhasil mudik ke kampung halaman, atau ada yang kepaksa stay di rantau demi melindungi diri dari virus coronces yang masih betah berlama-lama. Minggat please minggat. Rindu jalan-jalan. Rindu kumpul-kumpul eeh jadi curhat hoho  Meski pun di rumah saja dan gak bisa melipir kemana-mana, yah di Bukittinggi hujan mulu dari pagi ampe sesorean. Mendingan di rumah. Ngobrol sama Papa, melahap rendang ayam, nonton preman pensiun 5 di RCTI yang kocak kebangetan, hingga dengerin Podcast di Spotify. Teman-teman suka mendengarkan Podcast seperti saya juga nggak ?  Berikut saya mau bahas rekomendasi 5 Podcast Spotify yang sebaiknya kamu dengarkan.  YOLO ( Your Life With Ours! ) Mengusung tagline "Adulting is Hard&quo

Lebaran Masa Kecil

Ketika kecil lebaran begitu semarak, berkumpul bersama teman-teman sebaya, merayakan datangnya hari raya dengan kembang api dan mercon. Kami tertawa begitu lepas. Bahagia tiada terkira. Kami pun berjanji shalat idul Fitri bersama.  Pexels Pagi datang. Senyum sumringah dapat baju baru. Sepatu baru. Semua serba baru. Jalan kaki menuju masjid bersama keluarga diiringi teman-teman sebaya.  Tiada yang lebih menggembirakan hati saat itu berkunjung dari rumah ke rumah bersalaman, bermaaf-maafan, pulang-pulang menggenggam uang di tangan. Angpao lebaran katanya.  Nanti siang, mulai menghitung-hitung uang yang terkumpul. Banyak rupanya. Mari jalan-jalan habiskan uang angpao di tangan. Bersama teman sebaya hati riang gembira.  Lebaran masa kecil melekat bahagianya sampai sekarang. 

Kue Lebaran Favorit

Ramadan mau usai, lantunan takbir berkumandang tak habis-habis. Tak ingin berpisah dan tak siap ditinggalkan oleh bulan suci Ramadan. Ibadah masih belum sempurna. Namun, hari raya sudah di depan mata, meski sebagian diri berduka, sebagian lainnya merasakan sukacita.  Pexels Mari kita sambut hari kemenangan dengan penuh kesyukuran, Allah berikan nikmat kesehatan hingga kita dapat duduk berkumpul untuk merayakan idul Fitri bersama keluarga tercinta.  Mari kita santap satu persatu hidangan yang tersaji di meja makan. Tak lupa jejeran kue-kue kering dalam toples. Ada nastar, kastengel, kacang telur dan seterusnya. Kalo kamu kue lebaran favoritnya apa ?  Kue lebaran favorit saya itu nastar dengan selai nanas lembut, taburan gula putih kue putri salju yang manis, renyahnya kue sapik dengan aroma kelapa yang nikmat. Ketiga trio kue lebaran favorit ini keterlaluan daya pikatnya hingga lupa pada timbangan yang terus merangkak.  Selamat lebaran teman-teman, maaf lahir batin yaa 

Rutinitas Menunggu Waktu Berbuka

Pexels Puasa itu bawaanya kepengen rebahan aja yaa ... Apalagi rebahan sembari scrolling sosmed wah ... Bisa bikin lupa waktu. Tau-tau adzan Maghrib pun berkumandang. Pertanda waktu berbuka. Akan tetapi, sayang sekali, rutinitas Menunggu waktu berbuka hanya scrolling sosmed aja. Nah, saya mau cerita dikit tentang rutinitas Menunggu waktu berbuka.  Pada postingan sebelumnya, saya sudah pernah membahas bahwa pada  Ramadan kali ini, saya cuma punya waktu luang di akhir pekan, itu pun tidak bisa dibilang luang beneran. Tugas domestik tak bisa diabaikan begitu saja.  Satu-satunya yang paling saya inginkan begitu sampai di rumah adalah rebahan beberapa menit di  atas tempat tidur sembari scrolling sosmed. Berpuasa sambil tetap beraktivitas sungguh menguras energi. Beberapa menit rebahan cara saya me-recharge diri.  Setelah itu, menyiapkan makanan untuk berbuka. Nggak banyak sih. Cuma nyiapin untuk dua orang, papa dan saya sendiri.  Di akhir pekan, kala saya punya cukup waktu luan