Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye. Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.
Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.
Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut.
Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan sekeren novel Negeri di Ujung Tanduk dan Negeri Para Bedebah yang saya pernah baca dan koleksi sebelumnya ? Mari kita buktikan !
Saya checkout langsung di Tere Liye official store di shopee. Berhubung termasuk salah satu penulis yang karyanya saya kagumi. Tentu, tidak ada salahnya, sesekali beli novel yang sudah ditanda-tangani oleh Tere Liye. Kapan lagi coba ?
Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar baru saya baca 5 bulan kemudian. Gimana yah, ada begitu banyak antrean TBR (To-Be Reading) yang sudah menunggu. Namun, entah kenapa saya kepengen sekali baca novelnya Tere Liye.
Saat hukum dan kekuasaan dipegang oleh serigala-serigala buas berbulu domba. Saat seluruh negeri dikangkangi orang-orang jualan sok sederhana tapi sejatinya serakah. Apakah kalian akan tutup mata, tutup mulut, tidak peduli dengan apa yang terjadi ?
Atau kalian akan mengepalkan tangan ke udara, LAWAN!
Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar
Judul : Teruslah Bodoh Jangan Pintar
Penulis : Tere Liye
Desain Cover : Orkha
Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara
Cetakan ke-2, Februari 2024
Tebal Buku : 371 hlm
Genre : Fiksi, Novel Dewasa, 18+
Beli Buku di : Tere Liye official Store-nya Shopee
Personal Rating : πππππ
"Ratusan tahun bangsa ini melawan penjajah, yang mengangkangi tanah, air, dan hasil bumi. Ratusan tahun susah payah bangsa ini mengusirnya, agar bisa hidup merdeka, makmur di negeri sendiri. Kehidupan yang baik dan mulia. Tapi, sayangnya, setelah penjajah berhasil diusir pergi, justru yang datang adalah saudara sendiri yang lebih bengis, lebih rakus, untuk kemakmuran kelomponya sambil membual demi kepentingan bangsa dan negara. Penjajah era kini. " Kutipan hlm 332
Novel ini punya bahasan yang serius, mengangkat realitas yang sungguhan terjadi dan kamu bakal merasa dekat dengan isu kerusakan lingkungan, kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, perampasan tanah secara paksa, terusirnya penduduk dari tanah kelahirannya, hingga korupsi yang menyebabkan kerugian negara.
Masyarakat yang diwakili oleh aliansi aktivis lingkungan melakukan gugatan tehadap korporasi tambang PT Semesta Mineral & Mining, milik taipan super kaya bernama Tuan Liem. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan ditemukan bahwa perusahaan tambang tersebut bermasalah. Sehingga izin konsesinya perlu untuk dievaluasi.
Presiden terpilih tak bisa berkelit saat ditagih dan didesak oleh para wartawan untuk memenuhi janji kampanyenya terkait izin konsesi tambang yang disinyalir merugikan negara. Dibentuklah komite independen yang terdiri dari 7 anggota.
Nantinya, akan dilakukan sidang dengar pendapat terkait izin konsesi tambang Semesta Minerals & Mining.
Pihak tergugat menunjuk pengacara top dan punya rekor tidak pernah kalah bernama Hotma Cornelius. Jujur, saya kesal dan emosi sekali saat si pengacara begitu lihai memutar-balikan fakta.
Saksi-saksi dengan mudahnya ia sudutkan dan intimidasi. Ia selalu punya celah bagaimana membalikkan situasi.
Selama baca novel ini, saya seolah-olah diajak hadir mengikuti proses sidang dengar pendapat, larut dalam kesedihan dan kepiluan yang dialami oleh korban, merasakan amarah dan kebencian kepada mereka yang menyalahgunakan kekuasaan.
Menurut saya, Tere Liye adalah penulis yang piawai saat menyusun cerita. Ia berhasil menciptakan alur yang asyik. Sehingga tema yang serius dan berat pun tak menjadi masalah. Saya terikat dengan kisah yang ditulis dengan begitu memikat. Berlapis-lapis plot twist dihadirkan. Membuat saya enggan menutup novel sampai tamat.
Salut untuk deskripsi tokoh yang detail. Membuat saya mengenal back story dari saksi-saksi, aliansi aktivis lingkungan dan tokoh antagonisnya. Sulit menentukan siapa tokoh utama dari novel ini tapi yang jelas semua tokohnya terasa hidup dan familiar. Seperti sosok sutradara idealis bernama Dandy. Hayoo ... Pasti kamu kenal ?!?
Salah satu tokoh yang menarik buat saya adalah Bu Siti yang Cantik Selalu. Kehadirannya membuat suasana yang tegang jadi cair. Saya tertawa terpingkal-pingkal. Puas melihat bagaimana Bu Siti tidak gentar saat berlawanan dengan Hotma Cornelius. Kalo penasaran ,baca deh novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar.
Baca novel ini membuat saya melek tentang dampak buruk dari tambang yang merugikan penduduk setempat juga negara. Saya menemukan beberapa istilah asing yang membuat saya tak sekadar membaca tapi juga mencari tahu.
Kesimpulannya adalah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar berhasil memaparkan permasalahan yang terjadi di negara ini. Fiksi tapi kok terasa dekat sekali. Nyata namun ada utopisnya.
Saya tutup novelnya sambil menahan napas, ada sesak menyeruak, perih, pilu, dan diakhiri dengan geleng-geleng kepala untuk endingnya yang nggak kepikiran sama sekali. Luar biasa Tere Liye ! Novel berbau politik yang sungguh berani ! Menyala pokoknya !!!
Sekian review novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Temans, sudah ada yang bacakah ? Sharing pendapatnya yuk di kolom komentar ! Atau buat temans yang belum sempat baca yuuuk silakan coba baca. Happy reading !
Jadi penasaran baca bukunya. Karya-karya Tere Liye kemang keren. Kalau beli buku di Tere Liye Official, pasti ada tanda tangannya ya?
BalasHapusNanti ada 2 option, yang pake tanda tangan sama yang nggak ada tanda tangan
HapusDari dulu penasaran baca novelnya Tere Liye, tapi liat ketebalan bukunya kayak merasa patah semangat duluan, padahal dulu baca novel tebel aja palingan cepet kelar 3 harian
BalasHapusNovel karya Tere Liye susah ditebak ya mbak, dan ini yang bikin pembaca penasaran baca sampai akhir
Baca novel yang ini gak berasa mba, tau-tau udah nyampe ending. Alurnya termasuk cepat untuk novel yang ini
Hapus