Langsung ke konten utama

Barisan Kata-Kata

Malam kian beranjak kelam. Putaran waktu tinggal menunggu laju tepat terhenti. Dan masih belum ku pilih lelap. Kata-kata memaksa diri untuk diungkap.

Aku tahu matamu belum jua pejam. Sebentar menjelang perayaan. Pertambahan atau kah pengurangan jatah menjejaki bumi. Anggaplah pertambahan bagi suka cita bukan duka. Kalau pun duka sempat hadir. Aku yakin kau lebih dari sekedar kuat. Perjalananmu melampaui aku. Duka kita barangkali juga beriring. Hanya sepertinya kita teramat sangat malas mengeluhi nestapa. Cukuplah sela tawa jadi hiburan. Kekonyolan demi kekonyolan kita bagi.

Tentang pengurangan, kita sikapi sebagai tahapan (sok) dewasa. Kenapa ? Sebab terlalu menyebalkan bila diri di minta terusan serius. Ada kalanya menjadi kekanak-kanakan jalan terbaik untuk tetap memandang bahwa dunia tercipta indah.

Selamat untuk hari lahirmu, akan kusemati apa? Teman ? Sahabat ? Atau akh ... sistha lebih pas yah. Beriring segala doa-doa baik. Semoga terwujud segala ingin. Jangan pernah bosan memelihara tulus.

Tentang hadiah, barisan kata-kata ini cukup sebagai perwujudan sementara.

Komentar

Unknown mengatakan…
sisthaaa...tak terasa setitik air membasahi pipi baca hsil krya yg dbkin smalam untuk bwt ultah gw...amiin amiin...luph u my sistha 😘
Unknown mengatakan…
sisthaaa...tak terasa setitik air membasahi pipi baca hsil krya yg dbkin smalam untuk bwt ultah gw...amiin amiin...luph u my sistha 😘
MizzYani mengatakan…
Waaaa baru sempet nengok.Berhasil nih bikin elu nangis haha
MizzYani mengatakan…
Aseek uda bro ngeblog jugaaa

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...