Langsung ke konten utama

Bibit Nyebelin

Jam tiga pagi, perut saya kepanasan, lambung saya tepatnya. Berusaha masa bodoh dan tetap selimutan gelisah. Bolak-balik kiri kanan. Akh .... saya menyerah. Percuma memilih berbaring slimutan. Toh, perut kepanasan terkutuk ini takkan bersedia kompromi.

Jadi, saya terbangun satu jam lebih awal. Tak apalah. Saya bangkit dan duduk di kasur. Saatnya ritual pengumpulan roh. Ini penting. Biar mood saya selalu kece badai. Aiiih....

Tenangin diri. Tarik nafas dalam-dalam. Senyum manis. Owkay .... saya sibakkan selimut. Berdiri dan nyalakan lampu. Benda pertama yang saya cari tergeletak anggun di atas meja, masih tersambung charger.

Well, ada berita seru apakah di timeline Twitter saya ? Atau pesan-pesan yang tak sempat terbaca. Karena saya memilih memejam lebih awal.

Notifikasi pertama datang dari BBM. Ada beberapa yang masuk. Salah satunya balasan dari salah seorang teman. Oiya, saya paling benci disuruh nunggu lama. Tanpa membuang waktu handphone saya nonaktifkan dan terbang landas menuju alam mimpi.

Balasan dari teman itu saya cermati kata per kata. Saya resapi makna per makna. Tergambar jelas kejadian semalam. Harusnya semalam kami berkumpul dalam hangat dan saling berbagi tawa. Harusnya semalam jadi malam yang berarti untuk salah satu teman kami. Semalam itu spesial. Pertambahan satu tahun usianya. Harusnya kami saling berucap doa. Bukan lantas melempar amunisi panas.

Sepertinya kita perlu mengenal batas. Sudah selayaknya kita pasang filter di kepala. Kata-kata itu bersenandung merdu. Penuh keriangan. Bukan omongan silet dan penuh amarah. Marilah tenangkan diri dan redamkan isi kepala yang terlanjur mendidih itu.

Semua orang punya sisi nyebelin kok. Cuma beda di takaran doang. Saya, kamu, dan bahkan dia pernah menyemai bibit nyebelin. Kenapa tak coba kita saling memahami ?
Hey.. ... tak ada manusia yang Maha sempurna di dunia ini. Pun tak ada teman yang benar-benar paripurna. Ingat-ingatlah bagaimana sebuah kisah berawal dan kebaikannya bergulir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Pilih Nama Blog-nya MizzYani ?

Apa kabar puasa di hari pertama bulan Ramadan? Berjalan lancar sampai waktu berbuka atau malah harus mencoba ngerem mulut nggak latah ber-ghibah ? Atau mungkin belajar menahan diri untuk gak lekas kepancing emosinya ? Apa pun itu semoga dilancarkan terus ya ibadah puasa kita sampai ke hari kemenangan nanti, AmiiiN  Arti Nama Blog MizzYani Semalam, saya nemu postingan Blogger Perempuan di Instagram, mereka ngadain program menulis di blog selama bulan Ramadan, temanya menarik dan saya pun membatin ke diri sendiri, kenapa nggak coba ikutan ? Itung-itung belajar menulis dengan konsisten, siapa tahu tulisan saya yang amatiran ini bisa sedikit berkembang jadi enak dibaca, hehe  BPN Ramadan 2021 Sekilas Blog MizzYani Shakespeare pernah berkata, apalah arti sebuah nama. Iya, saya terlanjur meng-amini sampai nggak pernah memikirkan secara mendalam filosofi dibalik nama blog MizzYani. Shakespeare sotoy, tentu saja setiap nama menyimpan makna. Tapi, untuk kasus saya, ya males mikir w...

Tantangan Menulis 30 Hari

Foto : Pexels Tantangan menulis 30 hari yang diadakan oleh Blogger Perempuan membuat Ramadan terasa menyenangkan. Tak ada lagi waktu terbuang sia-sia. Rutinitas monoton yang biasanya membuatku jemu. Dengan menulis, saya bisa menumpahkan semua beban emosi. Meski kerap dihinggapi perasaan insecure, takut tulisannya tidak menarik, tapi lama kelamaan timbul semacam kesadaran dalam diri bahwa saya toh tidak sendiri. Selama kegiatan ini berlangsung, saya membaca beberapa tulisan para blogger, sebagian memukau, sebagian lain memantik semangat diri untuk terus melanjutkan tulisan ini. Bagus atau enggak, lanjutkan saja, yang penting bangun kebiasaan menulis dulu.  Seumur-umur, baru di tantangan menulis 30 Hari Blogger Perempuan yang konsisten saya ikuti sampai akhir. Biasanya,  sering gugur di tengah jalan. Faktor kesibukan yang dulu saya jadikan alasan. Padahal, yaa karena males aja sebenarnya hehe ...  Saya menulis selepas sahur sambil menunggu adzan Shubuh. Senyap. Suny...

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...