Langsung ke konten utama

Menjelma Malaikat

Rasanya ingin kupeluk penuh sayang beliau
Namun, gengsiku serba terlampau
Batas-batas yang sukar terhalau
Tak urung, ucapan terima kasih caraku menghargai perhatian Papa yang luar biasa hari ini


Tanpa dukungan serta perhatian beliau, mustahil Puasa hari ini dapat terlalui hingga adzan Maghrib 

Satu pertanyaan di awal pagi, 
masih Puasa ? 

Langkah kakiku tertahan.
Setan hampir saja memperdaya diri yang gampang terombang-ambing ini 
Sementara Papa menjelma malaikat, menuntunku penuh sayang 
Kuhaturkan banyak terima kasih serta luapan rasa syukur tak berhingga. 

Baca Juga 

Komentar

Agus Warteg mengatakan…
Terima kasih banyak atas puisinya tentang bapak Mbak Yani.😀
MizzYani mengatakan…
Semoga Mas Agus suka yaa ... 😁
Mifta mengatakan…
HANGAT... Terima kasih banyak mba
MizzYani mengatakan…
Terima kasih sudah berkunjung, Salam hangat selalu ya kak Mifta 😁