Langsung ke konten utama

Hello 2023


Mungkin terdengar kekanakan dan sangat norak kalau saya meneriakkan "new year ... new me". Sangat tidak mungkin dan pencitraan banget. Karena pada kenyataannya, saya menghabiskan malam pergantian tahun dengan tidur dan boro-boro refleksi diri, berkontemplasi dengan gonjang-ganjing kehidupan. Satu-satunya yang paling saya dambakan dapat tidur dengan tenang dan pulas. 
Foto : MizzYani

Disclaimer: tulisan ini sepertinya bakalan ngalor ngidul, entah manfaat apa yang bakal kamu rasakan selama membaca tulisan yang tidak jelas ini. Yah, namanya juga blog personal. Suka-suka saya dong bebas mau nulis apa saja. Tetap masih ngeyel. 

Seperti yang sama-sama kita pahami, tahun baru lekat sekali dengan ritual bikin resolusi yang pada akhirnya hanya sekadar wacana. Yang bombastis saat dituliskan namun meringis saat diwujudkan. Terutama saya yang gampang kedistraksi dan mood swing parah. 

Namun, untuk mengakali perilaku buruk itu saya dengan berani melanjutkan study alias jadi anak sekolah lagi. Waaah ... Sungguh tindakan berani yang butuh ketabahan sampai akhir. Apakah saya kuat ? Sejauh ini, lumayan kuat, walo sempet mo nangis, jambak-jambakin rambut, tapi tetep makan enak jalan terus. Hehe ... 

Pertengahan Januari, wish me luck yaaa mo ujian on-line. Kapan-kapan begitu ujian sudah kelar, saya mau cerita pengalaman selama jadi mahasiswa online di usia yang tidak bisa dibilang belia. 

Nothing is impossible selama kamu yakin dan mau usaha. Berserah sama Tuhan dan minta doa restu sama Papa tersayang. Alhamdulillah, selama tahun 2022 urusan rejeki lancar walo nggak jaya-jaya banget. Urusan kerjaan utama ya gitu-gitu aja, tinggal kesyukurannya yang perlu ditingkatkan. Beberapa peristiwa sempat mengganjal di hati, tapi balik lagi semua yang terjadi pasti mendatangkan hikmah. Apa pun itu belajar untuk selalu mengucap syukur. 

Bersyukur masih punya kerjaan, bersyukur blog ini masih punya taji, bersyukur kesampean kuliah, bersyukur punya teman luar biasa baik hati, dan terutama sekali bersyukur masih bareng Papa, yah walo pun kita hubungannya kayak Tom & Jerry, akur berantem akur berantem tapi yaaa sayang banget sama beliau. Semoga selalu diberi kesempatan untuk membahagiakan beliau. 

Kayaknya segitu aja. Mo prepare buat besok kerja. Bangun subuh, mandi lebih pagian, menikmati sejuknya udara pagi, lalu lalang ke daraaan di jalanan, celoteh riweh anak-anak ... Hmmm hello 2023 ... Saya siap untuk kisah mengharu birunya. Semoga ketabahan serta kelapangan hati selalu Tuhan sediakan. Hanya kebaikan dan hati riang tulus ikhlas senantiasa bertakhta. Asiiik saya nulis apaan ini ... 😅🥰


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...