Langsung ke konten utama

Refleksi Akhir Pekan

Andai boleh mengajukan sedikit pemintaan, maka saya menginginkan laju waktu yang tak pesat. Perlahan-lahan agar momen kebersamaan dengan diri bisa diresapi leluasa.

2 hari bahkan tetap terasa kurang, saya butuh waktu berhari-hari, berjeda sejenak, menjauh dari kebisingan dan keruwetan yang sudah mencapai ambang batas. Sedikit saja sudah mendekati titik batas toleransiku. 

Betapa diri ini merindukan ketenangan, tak bersinggungan dengan makhluk lain selain saya dan diri sendiri. Bertenang. Meresapi tarikan napas setenang-tenangnya. Dapat bercengkrama selama yang saya mau dengan diri. Merefleksikan hari ke hari yang dilalui. 

Saya tak butuh perjalanan menjelajah ke negeri antah berantah. Saya merasa cukup dengan duduk hening, dapat berpikir tenang, menulis isi hati tanpa tekanan, sesekali ikut bersenandung seiring lantunan suara penyanyi kesayangan. 

Akhir pekan tak harus kemana, cukup kembali ke dalam diri, bercengkrama, memeluk diri sambil berbisik menyemangati, kamu sudah berusaha, mencoba segala upaya, tidak usah tergesa, nikmati perlahan semua prosesnya, memang kenapa kalau kamu masih selamban kura-kura ?

Hey, dunia ini sudah semakin gila dan menuntut banyak hal darimu, tapi tidak impian dan momen kontemplasi dirimu. Tidak apa perlahan asal pastikan kamu tetap terus berjalan.

Baca Juga

Komentar

Kangg Mas Joe mengatakan…
Tidak apa perlahan asal pastikan kamu tetap terus berjalan

Sangat suka dengan kalimat penutupnya..
Tara Nabila mengatakan…
Suka banget! Kadang-kadang kita memang butuh sendirian.
MizzYani mengatakan…
Wah ...
Makasih Mas Dodo atas apresiasinya 😁
MizzYani mengatakan…
Yupz, dengan begitu kita akan lebih terkoneksi dengan diri sendiri.
Makasih mbak Tara sudah sempatkan mampir ke blogku 😁
Unknown mengatakan…
benar...akupun begitu

kadang pengen ada satu waktu nyempil dimana aku lebih memperhatikan diriku sendiri, mencintai diri sendiro, memikirkan diri sendiri xixixi...walaupun sulit kadang hanya jadi sekadar angan hahhaha #komen apa dah ini hihi..

MizzYani mengatakan…
Meski pun gak sepenuhnya tapi nyediain satu atau dua hari untuk me time itu penting, biar tetep happy.
Ya Allah kocak banget nih mbak mbul komennya. Aku baca auto ketawa 😂
Makasi udah mampir ke blog ini 😁

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Kenapa Pilih Nama Blog-nya MizzYani ?

Apa kabar puasa di hari pertama bulan Ramadan? Berjalan lancar sampai waktu berbuka atau malah harus mencoba ngerem mulut nggak latah ber-ghibah ? Atau mungkin belajar menahan diri untuk gak lekas kepancing emosinya ? Apa pun itu semoga dilancarkan terus ya ibadah puasa kita sampai ke hari kemenangan nanti, AmiiiN  Arti Nama Blog MizzYani Semalam, saya nemu postingan Blogger Perempuan di Instagram, mereka ngadain program menulis di blog selama bulan Ramadan, temanya menarik dan saya pun membatin ke diri sendiri, kenapa nggak coba ikutan ? Itung-itung belajar menulis dengan konsisten, siapa tahu tulisan saya yang amatiran ini bisa sedikit berkembang jadi enak dibaca, hehe  BPN Ramadan 2021 Sekilas Blog MizzYani Shakespeare pernah berkata, apalah arti sebuah nama. Iya, saya terlanjur meng-amini sampai nggak pernah memikirkan secara mendalam filosofi dibalik nama blog MizzYani. Shakespeare sotoy, tentu saja setiap nama menyimpan makna. Tapi, untuk kasus saya, ya males mikir w...