Langsung ke konten utama

Dear World : Pesan Perdamaian Dari Seorang Bocah Korban Perang - Bana Alabed

     Dear World - Bana Alabed
    foto : Gramedia



Penulis : 
Bana Alabed

Penerbit :
Gramedia Pustaka Utama
Rating 🌟🌟🌟🌟

Baca melalui iPusnas



Kisah cinta dan keberanian di tengah kebrutalan dan teror ; inilah kesaksian seorang anak yang telah mengalami hal yang tak terbayangkan - J.K.  Rowling 


Nama besar penulis J.K. Rowling merupakan magnet yang menarikku untuk membaca lembaran demi lembaran kisah Bana Alabed, seorang bocah korban perang dari Suriah. Bana dan ibunya, Fatemah secara bergantian menuturkan apa yang mereka alami kala itu. Hati siapa yang tak ikutan gerimis, meski jarak demikian jauh, nurani sebagai sesama manusia bertaut, saya terlarut dalam kisahnya. Sebuah kisah yang mampu hangatkan kalbu, mengingatkan diri untuk selalu berucap syukur serta mendaraskan doa-doa baik bagi saudara kita yang masih terlibat konflik, yang tercerabut paksa dari tanah airnya, harus kehilangan anggota keluarga, dan berbagai peristiwa menyedihkan lainnya. 


Bana Alabed, masih belia, usianya 7 tahun, dalam rentang usia sesingkat itu, ia sudah menyaksikan kematian dan kehancuran, seakan saru dengan arti dibalik namanya, Bana berarti pohon dalam bahasa Arab, sebuah nama yang kuat serta berani. Melampaui anak-anak seusianya, ia diberkahi dengan jiwa yang bijak. 


Ibunya bernama Fatemah, seorang guru bahasa Inggris, dan Ayahnya seorang pengacara bernama Ghassan. Bana memiliki dua adik laki-laki yaitu, Mohammed dan Noor. Bana dan keluarga besarnya tinggal berdekatan di Aleppo Timur, yang menjadi lokasi sasaran bom silih berganti. Dari situ, Bana mengenali perbedaan jenis bom melalui suaranya, seperti suara desing yang panjang seperti siulan lalu bum besar, suara derum mesin mobil lalu dor-dor-dor sepanjang jalan, diam nyaris tidak ada suara ; lalu ketika datang, bom itu akan menyala di langit dengan warna kuning, yang paling parah Bom Kaporit ; ketika di udara Kaporit menyengat mata, tanpa sadar akan terus mengeluarkan air mata. 


Atau menemukan trik lain bagaimana jika bom jatuh, kalau bom yang jatuh itu jauh, larilah ke kamar yang tak berjendela, sementara jika bom itu dekat, bergegaslah ke ruang bawah tanah. 


Bana beradaptasi dengan baik, ketika kedua orang tuanya bekerja, ia secara sukarela menjaga kedua adiknya, mengajari mereka, serta menjadi perisai kala ibu dan baba tak bersama mereka. Ia pun tak banyak tingkah, suatu hari keluarga mereka dan penghuni lainnya harus bersembunyi menyelamatkan diri di ruangan bawah tanah, kedinginan dan dilanda kelaparan, alih-alih merengek, ia belajar menahan diri dan berucap ia baik-baik saja demi menghalau cemas sang ibu. 


Hidup terkadang menguji batas kekuatan hati. Kematian sahabatnya akibat bom merupakan pukulan telak bagi Bana. Ia mulai memikirkan seperti apa rasanya mati ? Ia dihinggapi perasaan takut kehilangan anggota keluarganya hingga yang  paling buruk membayangkan seandainya ia dan keluarganya bisa mati bersama. Tentu tidak perlu ada orang yang harus kehilangan dan merindukan siapa pun. 


Melihat kondisinya itu, tepat pada hari ulang tahun yang ketujuh  Babanya memberikan hadiah sebuah iPad bekas. Selama 3 bulan diblokade, melalui iPad ia bisa berkomunikasi dengan keluarga dari jauh, sekadar bertukar kabar sedikit mampu mengobati kesedihannya. Namun, ia ingin melakukan sesuatu, ia pun menuliskan pesan di Twitter " I Need Peace - aku membutuhkan perdamaian". Tak lupa ia juga mengambil banyak foto dan video agar dunia bisa melihat apa yang sedang terjadi di Suriah. 


Segera pesan itu ditanggapi jutaan pengguna Twitter di seluruh dunia, Bana mendapatkan banyak dukungan serta tentunya bantuan luar biasa dari pemerintah Turki, yang berhasil mengevakuasi mereka dengan selamat. 


Rupanya, cuitan Banalah yang menjadi penyebab, kenapa ia dan keluarganya diburu oleh rezim, mereka tidak menyukai keterlibatan Bana yang aktif memohon adanya perdamaian dan seruan berakhirnya konflik. 


Membaca kisah Bana sampai halaman terakhir, seketika sel-sel otakku seolah memutar cuplikan video Michael Jackson - Heal The World. 

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough for the living
Make it a better place
For you and for me 


Tanpa terasa air mataku merebak, tak mampu kutahan laju buliran air mata. Terbayang kengerian serta kesulitan yang  harus mereka hadapi. Sungguh berat meninggalkan tanah air, kehidupan yang kita kenal, memulai dari awal lagi. Semoga Tuhan senantiasa  melindungi para pengungsi di mana pun mereka berada serta diberi kekokohan jiwa. Kuharap semua duka serta luka berganti sukacita dan mungkin terdengar naif, suatu ketika yang entah kapan semoga dan semoga tak ada yang namanya perang. 



Lewat Tagar #StandWithAleppo Bana Alabed serukan pesan perdamaian 
Foto : Google 


Baca Juga :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...