Langsung ke konten utama

Nyarai : Petualangan ala makhluk sotoy nan koplak

"Ke nyarai aku kan kembali
  Walau apa pun yang kan terjadi" 

Plesetin dikitlah. Saking lamanya saya lupa kapan tepatnya petualangan ke Air terjun Nyarai. Maklumlah, memori saya mendekati soak parah. Huft ...

Critanya lagi iseng ngecek beberapa photo di gallery handphone. Nah, ketemu beberapa photo cakep air terjun Nyarai. Kerinduan pun menyeruak. Nggak bisa dipendam-pendam lagi. Nyaraaaai kangen. Kapan yaaa bisa kesana ???

Well, mari menulisi kenangan demi kenangan tentang Nyarai. Perkenalan pertama nan penuh kesan. Saya nggak percaya sama 'love at the first sight'. Buat saya untuk jatuh cinta harus pake proses. Nyarai mempesona saya sejak awal.

Well, saya tahu air terjun Nyarai dari obrolan temen. Nggak sempet ngecek tempatnya kayak apa dan gimana di sono entar. Pokoknya, mau ke Nyarai biar kayak orang-orang. Hadeuuuuh niatnya mulia amat hehe

Rencana pagian berangkat dari Bukittinggi.  Tapi, apalah daya selagi berdomisili di Indonesia maka kejamkaretan harus dimaklumi. Temen saya, si Bams ngedumel nggak pake jeda. Plus tampang carut-marut blom sempet difacial. Kita betiga pasang tampang innocent abis. Hehe

Kami kesiangan nyampe di Nyarai. Selaen perkara budaya karet yang sudah mendarah daging dan beranak pinak. Berbekal sotoy dan nekad yang slalu kami banggakan, maka kesasarlah kami.Muter-muter. Tanya sana-sini. Giliran udah on the right track, adem ayem lega. Tetiba si Bams nyeletuk, ntar ada yang jualan nasi bungkus nggak di lokasi?

Kami saling pandang dan lirik-lirikkan penuh arti. Aseeem paraaah. Bisaaan aja lupa sama bekal pasokan energi. Jadi, si Bams yang kebagian jadi supir harus puter balik nyari nasi bungkus demi kemashlahatan umat. Hehe

Banyak kelucuan sih menjelang tiba di lokasi. Kami bertiga tepatnya saya, gaek dan heri asli buta sebuta-butanya tentang Nyarai. Kecuali Bams yang keukeuh yakin dan percaya setelah obral-obrol sama tetangga sebelah rumah yang barusan dari Nyarai.

Cluenya adalah kami harus menemukan kantor PLN. Dimana PLN berada disitulah Nyarai. Kerjaan kami sepanjang jalan lirik kiri kanan depan belakang atas bawah. Tanya sana-sini. Alhamdulillah Nyarainya sih ketemu. Kantor PLN ??? Mungkin tetangga si Bams blom minum Aqua kali yaaa haha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Pilih Nama Blog-nya MizzYani ?

Apa kabar puasa di hari pertama bulan Ramadan? Berjalan lancar sampai waktu berbuka atau malah harus mencoba ngerem mulut nggak latah ber-ghibah ? Atau mungkin belajar menahan diri untuk gak lekas kepancing emosinya ? Apa pun itu semoga dilancarkan terus ya ibadah puasa kita sampai ke hari kemenangan nanti, AmiiiN  Arti Nama Blog MizzYani Semalam, saya nemu postingan Blogger Perempuan di Instagram, mereka ngadain program menulis di blog selama bulan Ramadan, temanya menarik dan saya pun membatin ke diri sendiri, kenapa nggak coba ikutan ? Itung-itung belajar menulis dengan konsisten, siapa tahu tulisan saya yang amatiran ini bisa sedikit berkembang jadi enak dibaca, hehe  BPN Ramadan 2021 Sekilas Blog MizzYani Shakespeare pernah berkata, apalah arti sebuah nama. Iya, saya terlanjur meng-amini sampai nggak pernah memikirkan secara mendalam filosofi dibalik nama blog MizzYani. Shakespeare sotoy, tentu saja setiap nama menyimpan makna. Tapi, untuk kasus saya, ya males mikir w...

Tantangan Menulis 30 Hari

Foto : Pexels Tantangan menulis 30 hari yang diadakan oleh Blogger Perempuan membuat Ramadan terasa menyenangkan. Tak ada lagi waktu terbuang sia-sia. Rutinitas monoton yang biasanya membuatku jemu. Dengan menulis, saya bisa menumpahkan semua beban emosi. Meski kerap dihinggapi perasaan insecure, takut tulisannya tidak menarik, tapi lama kelamaan timbul semacam kesadaran dalam diri bahwa saya toh tidak sendiri. Selama kegiatan ini berlangsung, saya membaca beberapa tulisan para blogger, sebagian memukau, sebagian lain memantik semangat diri untuk terus melanjutkan tulisan ini. Bagus atau enggak, lanjutkan saja, yang penting bangun kebiasaan menulis dulu.  Seumur-umur, baru di tantangan menulis 30 Hari Blogger Perempuan yang konsisten saya ikuti sampai akhir. Biasanya,  sering gugur di tengah jalan. Faktor kesibukan yang dulu saya jadikan alasan. Padahal, yaa karena males aja sebenarnya hehe ...  Saya menulis selepas sahur sambil menunggu adzan Shubuh. Senyap. Suny...

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...