Langsung ke konten utama

Terkenang sesuatu di Puncak Lawang

Liburan semester kala itu pernah nyaris bikin sebel. Gundah-gulana tiada tentu. Cobalah bayangin nyaris semingguan itu mendekam di kos tercinta. Berkutat bersama tumpukan novel-novel. Berselancar bebas di dunia maya alias ngenet. Rumpi-rumpi sama ibuk kos. Sudah hapal luar kepala kisahnya. Saking keseringan siaran ulang. Sesekali telponan sama sahabat. Atau iseng misscallin bokap biar ditelpon balik. Keadaan seolah tidak berpihak kala itu.
Ada benarnya yah ... Kesabaran menerima keadaan yang ndak asyik meluluhkan sang maha. Tuhan bersama anak kos yang mencoba sabar serta tabah ndak bisa jalan-jalan.
Ceritanya, sehari menjelang liburan berakhir. Tuhan menghadiahi saya berita baik. Alhamdulillah saya sambut penuh sukacita. Keharuan menyelimuti.
Bersyukur Tuhan berkenan mewujudkan doa-doa anak kos yang demikian haus travelling di detik-detik terakhir. Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Mulailah otak saya berpikir. Memilah lokasi pas dalam kondisi mepet itu.
Puncak lawang adalah pilihan masuk akal. Lokasinya tidak jauh dari kota bukittinggi.  Kota tempat saya mengais berlian. Nggak bakalan pulang kemaleman. Karena travelmate saya diwanti-wanti kudu nyampe rumah sebelom maghrib.
Sipp ... Dona si travelmate bilang okeh. Malah ngajakin adiknya ikut serta. Meski lupa-lupa inget lokasinya. Pokoknya diputusin ke puncak lawang.
Ketemuan jam sepuluh pagi. Berhubung temanya "girl's only" kami sepakat menggunakan transportasi umum ke sana. Hmmm bisa aja sih pake motor si Dona. Iyaaaa naek doank. Ngejalanin boro-boro lebaran kuda ndak nyampe-nyampe. Hehehe
Kami naik transportasi umum seberangan sama masjid agung di pasar bawah. Berhubung ingatan saya bermasalah tentang ongkos. Jadi nggak dibahas. Takut salah kasih informasi.  Yang pasti kami sampai di tujuan dengan selamat. Setelah sebelumnya komat-kamit baca "bismillahimajrehawamursaha".
Sempet dibikin gigit jari sama nopang dagu sambil manyun. Yaaa kalau mau buru-buru pake kendaraan pribadi.Secara, judulnya transportasi umum. Kudu melapangkan hati asal sampelah ke puncak lawang.

Bersambung yeee 

Komentar

the khodon~ha mengatakan…
di tubggu ya lanjutannya....hahaha,,,
the khodon~ha mengatakan…
di tunggu maksud eeee,,,
MizzYani mengatakan…
Wokeh ntar malem kalo ndak kumat malesnya hahaha ... kamu juga di tunggu postingannyah ... keep writing !!!

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Kenapa Pilih Nama Blog-nya MizzYani ?

Apa kabar puasa di hari pertama bulan Ramadan? Berjalan lancar sampai waktu berbuka atau malah harus mencoba ngerem mulut nggak latah ber-ghibah ? Atau mungkin belajar menahan diri untuk gak lekas kepancing emosinya ? Apa pun itu semoga dilancarkan terus ya ibadah puasa kita sampai ke hari kemenangan nanti, AmiiiN  Arti Nama Blog MizzYani Semalam, saya nemu postingan Blogger Perempuan di Instagram, mereka ngadain program menulis di blog selama bulan Ramadan, temanya menarik dan saya pun membatin ke diri sendiri, kenapa nggak coba ikutan ? Itung-itung belajar menulis dengan konsisten, siapa tahu tulisan saya yang amatiran ini bisa sedikit berkembang jadi enak dibaca, hehe  BPN Ramadan 2021 Sekilas Blog MizzYani Shakespeare pernah berkata, apalah arti sebuah nama. Iya, saya terlanjur meng-amini sampai nggak pernah memikirkan secara mendalam filosofi dibalik nama blog MizzYani. Shakespeare sotoy, tentu saja setiap nama menyimpan makna. Tapi, untuk kasus saya, ya males mikir w...