Langsung ke konten utama

Meningkatkan Produktivitas Saat Puasa


Puasa bukan penghalang untuk bergerak aktif. Meski asupan energi berkurang tapi semangat harus terus dijaga. Namanya juga mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi beli baju lebaran eeh ... Tiap kali inget hal beginian, otomatis saya makin bersemangat. Hehe 

Bekerja selama Ramadan tentunya punya tantangan tersendiri. Pola tidur kita berubah. Terjaga lebih awal untuk menyiapkan sahur. Kadang masih dalam keadaan ngantuk tapi harus nyiapin sahur. Belum lagi nggak punya waktu istirahat yang cukup setelahnya. Kebayang gimana susah ngatur mood berangkat kerja, terutama untuk kaum moodyan sepertiku. 

Ada cara loh untuk mengatasinya sehingga kita dapat meningkatkan produktivitas saat puasa.  

Tidur yang cukup
Mendapatkan waktu tidur yang cukup berpengaruh pada cara kita menjalani aktivitas seharian. Minimal 6 jam deh. Nah, kalo saya jam 9 malem teng harus udah rebahan dan melelap. Nggak pake kompromi. Selain, begadang gak baik kan efeknya untuk kesehatan. 

Tidak Tidur Selepas Sahur 
Pantangan banget. Mau sengantuk apa pun pasti kutahan. Menurut artikel yang pernah kubaca, tidur selepas sahur itu gak baik untuk lambung terutama bagi penderita Gerd. Saya pernah punya pengalaman kayak gini. Amit-amit gak kepengen itu terulang. Buat ngatasin rasa kantuk, biasanya saya baca Al-Qur'an aja. Alhamdulillah berhasil. 

Bangun lebih pagi 
Sebenernya, mau puasa atau nggak, saya sudah terbiasa bangun tidur lebih awal, sekitar jam 4 shubuh. 30 menit saya gunakan untuk ritual bengong-bengong nego. Namanya baru bangun tidur, masih jetlag. Antara rela dan gak rela buat bangun tapi harus bangun hehe 

Kontemplasi dan menulis jurnal
Cukup 10 menit aja, selepas ritual bengong-bengong bego itu, biasanya saya bakal menulis apa yang terlintas di kepala atau sekadar bikin to-do-list sederhana. Karena gak suka ribet, menulis to-do-list harus logis. Sesimpel jalan kaki 15 menit atau dengerin lagu BTS sebelum berangkat kerja. Hoho 

Itulah caraku meningkatkan produktivitas saat puasameningkatkan produktivitas saat puasa. Kalo kamu gimana ? Share yuk di kolom komentar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...