Langsung ke konten utama

Rutinitas Menunggu Waktu Berbuka

Pexels
Puasa itu bawaanya kepengen rebahan aja yaa ... Apalagi rebahan sembari scrolling sosmed wah ... Bisa bikin lupa waktu. Tau-tau adzan Maghrib pun berkumandang. Pertanda waktu berbuka. Akan tetapi, sayang sekali, rutinitas Menunggu waktu berbuka hanya scrolling sosmed aja. Nah, saya mau cerita dikit tentang rutinitas Menunggu waktu berbuka. 

Pada postingan sebelumnya, saya sudah pernah membahas bahwa pada  Ramadan kali ini, saya cuma punya waktu luang di akhir pekan, itu pun tidak bisa dibilang luang beneran. Tugas domestik tak bisa diabaikan begitu saja. 

Satu-satunya yang paling saya inginkan begitu sampai di rumah adalah rebahan beberapa menit di  atas tempat tidur sembari scrolling sosmed. Berpuasa sambil tetap beraktivitas sungguh menguras energi. Beberapa menit rebahan cara saya me-recharge diri. 

Setelah itu, menyiapkan makanan untuk berbuka. Nggak banyak sih. Cuma nyiapin untuk dua orang, papa dan saya sendiri. 

Di akhir pekan, kala saya punya cukup waktu luang, membaca merupakan cara terbaik untuk mengisi waktu menjelang berbuka. 

Lelah membaca buku, terkadang saya mencurahkan beban di hati dengan menulis. Platform menulis disesuaikan dengan yang ingin saya tulis. Untuk hal-hal personal lebih nyaman menulis di jurnal. Sedangkan, hal-hal umum saya tuliskan dalam blog pribadi. Nge-blog itu seru loh. Cobain deh ! 

Nge-drakor 
Hanya bisa dilakukan setiap akhir pekan. Pilihan tontonan saya dari beragam genre. Ada dua drama yang jadi tontonan favorit saya selama menunggu waktu berbuka yaitu, Vincenzo dan Navillera. Dua drama yang menyenangkan dengan caranya masing-masing. 

Mendengarkan Podcast 
Tiap kali disergap kebosanan, mendengarkan podcast itu bisa jadi semacam alternatif hiburan. Nggak bising. Serasa ditemenin. Obrolan bermutu tak jarang menggelitik menemani kala saya beres-beres di rumah. 

Menunggu waktu berbuka tidak akan terasa lama, andai kita isi dengan rutinitas yang menyenangkan. Nah, itu caraku menjalani rutinitas menunggu waktu berbuka. Kamu bagaimana? Cerita yuk di kolom komentar 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Kenapa Pilih Nama Blog-nya MizzYani ?

Apa kabar puasa di hari pertama bulan Ramadan? Berjalan lancar sampai waktu berbuka atau malah harus mencoba ngerem mulut nggak latah ber-ghibah ? Atau mungkin belajar menahan diri untuk gak lekas kepancing emosinya ? Apa pun itu semoga dilancarkan terus ya ibadah puasa kita sampai ke hari kemenangan nanti, AmiiiN  Arti Nama Blog MizzYani Semalam, saya nemu postingan Blogger Perempuan di Instagram, mereka ngadain program menulis di blog selama bulan Ramadan, temanya menarik dan saya pun membatin ke diri sendiri, kenapa nggak coba ikutan ? Itung-itung belajar menulis dengan konsisten, siapa tahu tulisan saya yang amatiran ini bisa sedikit berkembang jadi enak dibaca, hehe  BPN Ramadan 2021 Sekilas Blog MizzYani Shakespeare pernah berkata, apalah arti sebuah nama. Iya, saya terlanjur meng-amini sampai nggak pernah memikirkan secara mendalam filosofi dibalik nama blog MizzYani. Shakespeare sotoy, tentu saja setiap nama menyimpan makna. Tapi, untuk kasus saya, ya males mikir w...