Langsung ke konten utama

Olahraga Saat Puasa

Puasa bukan berarti bermalas-malasan seharian. Menghabiskan waktu selonjoran di kasur hingga waktu berbuka tiba dengan alasan tidur terhitung ibadah. Yaa nggak gitu juga kali ... Toh, kita bukan anak kecil yang baru belajar berpuasa. Sebagai manusia yang sudah Akil baligh alias wajib hukumnya berpuasa, kita pasti sudah terbiasa dengan kondisi menahan haus serta lapar selama beberapa jam. 

foto : Pixabay

Untuk mengusir rasa malas, solusi ampuh yaa dengan bergerak. Meski di bulan puasa , pilihan olahraganya terbatas. Waktunya pun dikurangi. Nah, emang bisa ? Pastinya dong. 

Jujur, saya nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk olahraga sebelum atau sedang puasa. Karena, biasanya, saya pasti bergerak ke sana kemari. Mulai dari melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci pakaian, menyapu, memasak dll sudah lumayan membakar kalori dan membuat tubuh banjir keringat. 

Buat kamu yang barangkali tidak punya cukup waktu berolahraga, bersih-bersih di rumah patut dicoba loh. Atau saya membiasakan diri untuk jalan kaki setiap pagi, 15 menit aja cukup. Sore pun begitu. 

Tahukah kamu bahwa berjalan kaki setiap hari bagus untuk kesehatan mental kita, selain bikin tubuh lebih bugar. Apalagi, kalau kamu melakukan aktivitas jalan kaki dengan ketenangan. Nggak buru-buru. Menghirup udara pagi yang masih segar, mendengar kicauan burung, aroma tanah basah hmmm sungguh menenangkan sekali. 

Untuk saat ini, begitulah cara saya menyiasati diri untuk bugar di tengah sempitnya waktu. Mulailah dengan hal-hal kecil tapi pastikan konsisten menjalaninya yaa ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...