Langsung ke konten utama

Sumber Inspirasiku Saat Jenuh Melanda

BPN Ramadan 2021
Foto : Pexels Image 

Selama hidup kita pasti pernah dihinggapi perasaan jenuh, kehilangan semangat menjalani rutinitas monoton, mendadak buntu ide, mood berantakan, lantas yang terlintas di kepala bagaimana caranya tak bersentuhan lagi dengan hal-hal yang membuat kita jenuh. 

Memang si Jenuh membuat kita tidak nyaman, ia gangguan yang tidak boleh kita diamkan begitu saja. Bagaimana pun, kita harus menemukan cara untuk menyiasati saat jenuh melanda. 

Saya termasuk orang yang gampang jenuh. Kalau sudah gitu, biasanya yang pertama saya lakukan, ambil jeda dari aktivitas yang bikin jenuh, menjauh dulu sebentar. Biasanya, saya bakal menganalisa, apa yang sedang saya rasakan? Kenapa saya tetiba mendadak dihingggapi perasaan jenuh? Nah, kalau monolog dengan diri sudah dilakukan, hal yang selanjutnya saya lakukan adalah menemukan sumber inspirasi agar si jenuh lenyap. 

Sumber Inspirasiku Saat Jenuh Melanda 

Mendengarkan musik sembari ikut bersenandung
Musik dikenal ampuh untuk refresh pikiran kita yang mumet. Musik juga sanggup membangkitkan semangat dengan nada riang atau lirik penyemangat. Musik entah bagaimana ajaibnya, membius kita, sejenak melupakan betapa beratnya menjalani hidup. Tak jarang, musik mendatangkan inspirasi, terutama bagiku yang gampang jenuh, saya merasa bagai terkoneksi. Lantas, kata-kata mengalir begitu leluasa. 

Sadar sih suara saya nggak merdu tapi demi menenangkan gejolak diri, saya cukup pede tiap kali musik diputar via Spotify, maka saya bakal ikutan nyanyi. Semua emosi negatif lepas landas, menjauh dari diri ini. 

Dapur
Terkadang, mendengarkan musik bisa jadi tak mendatangkan inspirasi. Artinya, tingkat jenuh saya udah naik level. Berarti, tindakan yang paling tepat, bergerak. Saya menyukai suasana dapur yang sebelahan sama toilet. Adem. Sejuk. Nggak tahu kenapa, jenuh yang meruwetkan mood serta pikiran saya pun mereda. 

Toilet
Iya, toilet. Menurut artikel yang pernah saya baca atau beberapa curhatan seniman terkenal lainnya kerap menemukan inspirasi di toilet. Tempat kita membuang sampah perut malah bisa  jadi sumber inspirasi.  

Ngobrol sama teman 
Biasanya, saya bakal menghubungi seorang teman dekat. Mengajaknya berbincang sembari jalan-jalan atau nongkrong cantik di sebuah cafe. Tak sekadar cuap-cuap perihal rasa jenuh sendiri, saya juga menyerap kisah si teman. Momen seperti ini, berhasil menerbitkan inspirasi. Saya seolah-olah diajak menyelami kehidupan si teman yang tentu tak sama dengan yang saya alami. 

Begitulah cara saya menemukan sumber inspirasi saat jenuh melanda. Semoga bermanfaat yaah buat kamu yang tengah dipusingkan dengan kehadiran si jenuh. Atau, barangkali, teman-teman punya cara lain, boleh nih cerita-cerita di kolom komentar. Silakan ...

Komentar

  1. Berarti dapurnya harus bersih yah, kalau berantakan malah makin ga mood. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali kak Dila.
      Makasih udah berkunjung ke blog ini. Salam kenal kak Dila 😁

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Rambut Rontok Berkurang dengan Mustika Ratu Hair Oil Cem ceman

Mustika Ratu Hair Oil cemceman Buatku 2020  tahun paling absurd, aneh,  menjengkelkan, menyulut cemas, serta hari depan mengabur. Sekadar berharap malah ketar-ketir. Virus  Corona   sekeparat itu, banyak korban berjatuhan, banyak nyawa melayang sia-sia, ekonomi pun tergerus. Termasuk aku di antara sekian juta yang ikut merasakan imbasnya. Muncul pikiran aneh yang ujung-ujungnya overthinking , mempengaruhi mood, berefek ke rambutku yang sempat mengalami kerontokan . Kalau sehelai 2 helai gak masalah, yang bikin saya panik dan hampir senewen, kerontokan rambutku sudah masuk tahap tidak wajar. Rambut rontokku menginvasi mulai dari lantai ruang tamu sampai kamar mandi. Setiap kali nyisir atau pegang rambut gak pernah gak rontok. Sesekali wajar, tapi hampir setiap waktu, kebayang gak seberapa menipisnya rambut di kepala.  Mulailah aku  Googling produk perawatan rambut rontok,dan menemukan   Mustika Ratu   Hair Oil   Cem ceman , ...

Keseruan Wardah Days Out Goes to Bukittinggi

Saya cukup sering dapat pertanyaan, kenapa masih betah bertahan dengan pekerjaan yang sama? Apa tidak bosan dan jenuh? Nggak ,karena kerjaannya dibayar. Meskipun, nominalnya tak berlimpah, tapi cukup untuk hidup. Bisa nabung dikit-dikit. Bisa self reward dengan beli buku tiap bulan dan makan enak sekali sebulan. Termasuk ikut event seru yang diadain sama Wardah Beauty Padang. Nikmat Tuhan mana lagi yang hendak hamba dustakan ?? Hehe  Lagi bosan dan pengen have fun eeh tanpa sengaja saya nemu info event Wardah Days Out Goes to Bukittinggi di Instagram Tanggal Merah Coffee & Eatery. Challenge-nya menarik seperti touch up with bestie, healing wall, remember me dan fun clay workshop. Untuk ikutan, perlu registrasi dan ada dua pilihan mau HTM-nya 45K atau 25K.  Foto: Instagram Tanggal Merah Kalau saya milih yang HTM 45K. Lumayan dapat free Coffee dari Tanggal Merah Coffee & Eatery, produk Wardah worth to 105k (Wardah colorfit cream blush, Wardah ligh...

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Belajar Bahasa Asing Adalah Caraku Mencintai Otak

Foto : Pexels Image Saya teringat, ucapan Haraboji Sim Deok-Chul di drakor Navilerra, " sesuatu yang kausimpan lama bisa menumpul. Mulai saja. Paksakan saja meski kau belum siap ". Seringkali, saya berlindung di balik kata tidak siap, belum siap atau belum waktunya hingga kemampuan berbahasa asing saya menguap begitu saja tertelan waktu.  Flashback ke jaman masih remaja, bahasa Inggris merupakan bahasa yang membuat saya rela mengorbankan waktu bermain. Begitu terlena saya pada tuturan bahasa yang sama sekali asing di kuping namun memiliki daya magis. Membuat saya kala itu bermimpi dengan menguasai bahasa asing saya bisa melihat dunia, tak sebatas tempat kedua kaki ini berpijak, dapat bersinggungan dengan budaya lain, ragam warna kulit. Yang saya tahu ketika itu, bahasa Inggris merupakan bahasa dunia, ia menjadi jembatan komunikasi antar negara dengan latar belakang yang berbeda.  Saya ingat dengan jelas, betapa luar biasanya semangat yang saya kerahkan ketika itu....