Langsung ke konten utama

7 Fakta Tentang MizzYani yang Sebaiknya Kamu Tahu

Jiaaah ... Baca judul postingan " 7 Fakta Tentang MizzYani yang Sebaiknya Kamu Tahu" bikin saya senyam-senyum malu dengan muka memerah. Sebenarnya, agak nggak nyaman menulis fakta tentang diri sendiri. Hello ... MizzYani siapa yaaa? 😁

Namun, ini merupakan tantangan menulis BPN Ramadan 2021, yang wajib saya tulis. Owkay, saya jajal tantangan ini. 

Berikut 7 Fakta Tentang MizzYani yang Sebaiknya Kamu Tahu

1.Sensitif 
Meski tampilan luar cuek dan terkesan gak peduli tapi dalemnya sangat sensitif. Saya sudah menyadari kecenderungan ini sejak kecil, dan cukup mengganggu buat saya. 

Saya gampang merasa, turut larut dengan duka serta suka cita yang bersinggungan dengan saya. Layaknya spons, saya menyerap semua energi begitu saja. Dari sedih, marah, kecewa hingga bahagia dari orang-orang sekitar. Itu amat melelahkan.

Setelah dewasa dengan pengetahuan yang saya dapat dari baca buku tentang orang dengan kepribadian sensitif, saya pun membatasi diri. Memilah mana yang penting dan gak penting. Terkesan menjaga jarak. Biar. Asal kesehatan mental serta hati saya terjaga. 

2. Kolektor komik Detektif Conan
Meski doyan nonton Kartun Doraemon tapi saya gak minat punya komiknya. Beda sama Detektif Conan. Candu banget bacanya. Saya bahkan rela bergerilya ngumpulin Komik Detektif Conan dari vol 1 ampe 80. Sekarang, udah vol berapa yah ? Gak ngikutin lagi. Tapi, masih disimpan dan dijaga banget.  

3.Tiada hari tanpa menyesap secangkir kopi. 
Setiap kali membuka mata di pagi hari, ritual menyesap kopi pun dimulai. Seiring setiap sesapan, jiwa pun berproses menyatu menuju raga. Hmmm ... 

4. Paling Senang Diajak Ngomongin Buku 
Saya beda sendiri. Circle pertemanan saya nggak ada yang doyan baca buku. Jadi, bisa dibayangin dong betapa menyedihkannya saya. Selepas baca buku, saya tidak leluasa mendiskusikan apa yang saya baca. Beda frekuensi. Agar nyambung, ngikutin kesukaan mereka. Tapi, dalem hati menjerit-jerit. Tuhan ... Tolong, kirimkanlah hamba teman yang doyan baca buku juga !!! 

5. Dengerin musik Itu Wajib Hukumnya 

6. Gak banyak omong selama di perjalanan.
Bukan berarti diam beneran, kepala saya ramai tak ubahnya pasar malam. Hehe ... Itu momen percakapan dengan diri sendiri. Saya senang mengamati, melihat-lihat ke arah luar jendela, sambil membayangkan kehidupan mereka yang dilalui kendaraan yang saya tumpangi. Lebih syahdu diiringi musik, hehe 

7. Pecinta Drakor
Saking cintanya, saya sengaja bikin blog review Drama Korea, belum banyak sih drama yang saya review. Nonton drakor tetep, tapi mood buat nulis review itu loh ... Susah banget dapetnya. Hehe ... Boleh loh teman-teman mampir ke blog review drama Korea, MizzYani_Jurnal saya tungguin, trus kita rumpi-rumpi drakor yaaah ... 

Woah ... Akhirnya 7 Fakta tentang MizzYani yang Sebaiknya Kamu Tahu selesai. Lega. Tarik napas, inget tema  BPN Ramadan 2021 selanjutnya. Semangat nyusul yaaak  😅 

Komentar

Arif Rizki mengatakan…
Fakta nomor 5 tidak ada penjelasannya, An..
MizzYani mengatakan…
Hahaha yang nulis maunya nulis segitu aja.
Makasih Rif udah berkunjung ke blog Aan. 😁

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...