Langsung ke konten utama

Tips Menghemat Uang THR

Nggak lebaran namanya kalo gak dapet THR (Tunjangan Hari Raya). Sewaktu masih belum bisa nyari duit sendiri, THR jadi momen yang paling ditunggu. Namanya bocah dapat duit dalam jumlah yang lumayan berasa girang banget. Tapi, ya gitu, duit THR gak pernah kesimpan. Beli ini itu yang kalo dipikir-pikir lagi ya nggak ada manfaat sama sekali. 
Foto : istockphoto
Setelah dewasa, tiga tahun belakangan lebih aware sama keuangan. Mikir berkali-kali tiap mau beli sesuatu, kira-kira sebutuh apa sih ? Begitu pun dengan THR kali ini. Yang nominalnya tidak begitu banyak. Namun, saya sudah komitmen mau nabung dan nggak boros. 

Tips menghemat uang THR menurutku sesuaikan dengan profil keuangan kamu seperti masih adakah hutang yang perlu dibayar atau cicilan yang wajib dilunasi ? Sebaiknya, uang THR bisa digunakan untuk keperluan bayar hutang atau cicilan.

Tips menghemat uang THR selanjutnya : Jangan lupa bayar zakat. Buat tahun ini, saya dibayarin sama Papa. Lumayan duit THR aman. Hehe 

Uangnya mending ditabung 
Dengan nominal THR yang tidak begitu besar, saya bersikap bijak saja. Gak papa nggak beli ini itu dulu. Mending uangnya ditabung. Karena nggak begitu paham Reksadana dkk yang njlimet itu, menabung di tabungan pegadaian emas adalah pilihan tepat. Uang yang kita punya terjaga nilainya sebab dikonversi dalam bentuk emas. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. 

Begitulah tips menghemat uang THR dari saya. Gunakan uang THR dengan bijak. Boros nggak dulu deh 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...