Langsung ke konten utama

Curhat Hari Ini

Halo semua ... Bagaimana lebarannya , nggak diteror sama pertanyaan kapan nikah, kapan nambah anak, dan kapan-kapan lainnya yang menjengahkan dan bikin bad mood itu kan ? Kalo saya, karena gak mudik, praktis di rumah saja. Beneran gak kemana-mana. Introvert mah gini, nyaman banget sama their inner world. Introvert tuh sering disalah-pahami. Suka di-judge anti-sosial, pendiam, dan gak asyik diajak having fun. Padahal, ya nggak gitu. 
Shopping
Foto: Pixabay

Ketimbang buang-buang energi dan rugi waktu, mending pilih-pilih mau bersosialisasi sama siapa aja. U know lah, kegiatan menyenangkan introvert tuh banyak banget di rumah. Baca buku, nge-drakor, dengerin Spotify, menulis jurnal, nge-blog. Saking serunya, suka nggak inget waktu. Tau-tau udah dini hari. Hehe 

Si manusia goa yakni saya sendiri, terhitung sejak lebaran nggak kemana-mana. Betah banget nge-rumah. Sempat kepikiran mau main ke Perpus, mumpung libur, rencananya mau bikin kartu keanggotaan gitu. Eeh, setelah cek jadwal, Perpus baru buka Senin depan. Jadilah, saya milih stay di rumah. Mo keluar nggak tau juga mo maen kemana. 

Tahu nggak, jiwa impulsifku kumat, udah dekat mo adzan Maghrib, bisa-bisanya kepikiran mo keluar rumah. Pengen gerak dikit. Sekalian bakar-bakar kalori, buang aura negatif selama di rumah dengan shopping pastinya. Siapa sih yang nggak doyan shopping ? 

Tak jauh dari rumah, jalan beberapa langkah, satu ... dua ... Satu ... Dua nyampe deh. Nggak takut jalan kaki malem-malem. Tentu tidak. Saya anaknya mah pemberani tapi dalam hati komat-kamit baca doa. Semoga nggak kenapa-napa di jalan. 

Jalanan rame, macet di mana-mana. Gilaaa ... Pada mau kemana sih kalian semua ? Ajak saya juga dong. Kasian lebaran nggak kemana-mana 😅

Seperti tadi saya jelasin, shopping tuh asyik banget. Makin asyik lagi kalo mau ambil sesuatu nggak perlu mikir dua kali. Suka, ambil ! Mumpung duit THR masih ada. 

Hasil per-shoppingan tadi, nggak semua saya fotoin. Males jeprat-jepret. Banyak soalnya haha 

Sekian curhat hari ini, curhat maha random dan sepertinya absurd. Semoga yang baca terhibur atau kalo nggak, sini curhat balik di kolom komentar. 

Komentar

Mbu mengatakan…
Saya juga ngerubah terus. Keluar juga paling mudik ke rumah orangtua sama silaturahmi ke rumah sodara/sahabat aja. Dari pada ke tempat wisata. Udah males duluan ngebayangin macetnya.
MizzYani mengatakan…
Bukannya healing malah pusing ya mba sama macetnya 😅

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...