Saya tidak tahu persis apa sebutan yang tepat untuk Profesiku ini, guru antar jemput, guru mobil atau apa pun. Yang pasti, pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata itu mampu menopang kehidupanku sampai sekarang.
![]() |
Sumber : istockphoto |
Ternyata, saya bertahan demikian lama dengan profesi ini. Sama sekali nggak pernah terbayangkan bisa betah. Di awal-awal melakoni pekerjaan ini, begitu banyak masalah yang harus dihadapi dengan mental baja. Nggak kehitung berapa banyak malam yang terlewati dengan air mata. But, here i am ...
Memang profesi saya kalah mentereng dibanding teman sepantaran. Bukan sesuatu yang bisa dibangga-banggakan. Tapi, entah kenapa, saya belajar banyak hal. Si anak tunggal ini nggak lagi kesepian. Di tempat kerja, saya lebih banyak tertawa terutama saat bertemu dan berkumpul dengan anak-anak. Usia mereka beragam dari yang balita hingga yang mau puber. Nggak jarang, tingkah saya serupa mereka.
Terus, mau bekerja sampai kapan ? Nggak kepengen beralih profesi ? Untuk saat ini, saya menemukan rasa nyaman, bahagia, dan kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan rupiah. Kalau ada yang kesal karena tanggal merah maka orang itu adalah saya. Dunia terasa monoton kalo nggak kerja dan ketemu anak-anak.
Ga sedikit orang dengan gaji besar tapi suasana kerja ga nyaman. Sangat perlu disyukuri ka βΊ
BalasHapusIya kak. Banyak bersyukur adalah kunci menikmati pekerjaan π
Hapus