Langsung ke konten utama

Doa dan Keinginan Tahun Ini

Doa dan Keinginan Tahun Ini
Ada yang berkata, age just a number. Tingkat kedewasaan seseorang tidak ditentukan oleh usianya melainkan berdasarkan pola-pikirnya yang matang serta bijaksana menjalani hidup. Oh, benarkah ? 
Mug lucu
Foto : Mizzyani

Sampai sekarang, saya demikian erat memeluk kenyamanan euphoria lama. Masih susah move on. Rasanya, perubahan yang terjadi masih belum begitu nyaman saya lalui. Di luar senyum sumringah, banyak tertawa. Namun, jauh di lubuk hati terdalam tersimpan ganjalan-ganjalan yang membuat saya burn-out.

Memang hidup ya begini. Serba nggak pasti. Satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Omong-omong, saya ngalor- ngidul gini ya. Harap dimaklumi Bestie. Nulis sambil kejar setoran. Wish me luck bakal nyampe finish 😁

Bagaimanakah Doa dan Keinginan saya tahun ini ? Hmm, nggak muluk-muluk sih. Palingan saya kepengen mencoba tantangan baru. Lumayan khawatir dan ragu, duh ... Kira-kira saya sanggup nggak ya ? Bakal nyerah nggak ? Masih tabah nggak ? Pertanyaan demi pertanyaan yang seringnya menyabotase diri sendiri. Owkay, bismillah semoga kesampaian tahun ya tahun ini. 

Semoga tahun ini semua doa dan keinginan saya diberikan kemudahan sama Allah buat mewujudkannya. 

Please, pikiran negatif jauh-jauh. Terlepas dari usia yang sudah tak belia, saya masih belum mau mematikan ambisi pribadi ini. Paulo Coelho bilang, 
Dan, bila Anda menginginkan sesuatu, semua alam semesta berkonspirasi untuk membantu Anda mencapainya.
Hanya ada satu hal yang membuat sebuah mimpi menjadi mustahil dicapai: ketakutan akan kegagalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...