Langsung ke konten utama

3 Hal Yang Ingin Dilakukan Selama Puasa

Foto : Istockphoto

Ramadan adalah bulan yang dinantikan oleh umat muslim sedunia. Berlimpah berkah untuk setiap kebaikan yang kita lakukan. Tak sekadar memenuhi kewajiban berpuasa, menahan haus dan lapar, bahkan tidur pun terhitung pahala. Makanya, bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya. 

Saat berpuasa, kita pasti tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal remeh yang tidak membawa kebaikan. Maka dari itu, bulan puasa menjadi momentum untuk perbaikan diri tak terkecuali saya sendiri. Ada 3 hal yang ingin saya lakukan selama sebulan berpuasa. Apa sajakah itu ? Yuuuk, teruskan baca 

Berikut 3 hal yang ingin dilakukan saat puasa 
1. Membereskan pekerjaan rumah 
Meskipun terhitung single, saya tetap punya rentetan pekerjaan rumah yang menunggu untuk segera dikerjakan. Masalahnya, saya begitu tiba dirumah. Hal pertama yang ingin dilakukan pastinya rebahan sembari scrolling hape, maen sosmed hingga lupa waktu. Alhasil, kerjaan rumah molor semolor-molornya. Kacau banget deh. Tetap kelar sih kerjaan rumah tapi hati kok tidak happy. Bete aja bawaanya. Harusnya mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian, mencuci piring, memasak, menyapu dan lain sebagainya itu bisa dijadikan sarana terapi. Sayangnya, saya menganut paham Procrastination, the power of kepepet, ngerjain sesuatu pasti pasti minute, hehe 

Setelah dipikir-pikir lebih banyak mudaratnya kebiasaan ini. So, saya pikir cara terbaik dengan mulai serius menyelesaikan pekerjaan rumah kalo bisa tepat waktu, nggak disambi dengan maen sosmed. Mumpung selama bulan puasa, saya diberi keleluasaan perkara waktu, pulang kerja lebih cepat dari biasanya 

2. Mengunjungi Pasar Takjil (Pabukoan)
Biasanya, jauh sebelum Corona menyerang, saya termasuk si paling hobi mengunjungi pasar takjil. Yang dibeli gak banyak sih, entah kenapa senang aja liat keramaian, walo pun pas jalan tetap pasang tampang (sok) cool hehe namanya juga kaum introvert yang kalo berada di keramaian, diantara orang-orang asing butuh usaha untuk merasa nyaman. 

Belakangan, karena nggak ada yang nemenin, saya pun kumat malesnya bertualang ke pasar takjil. Alhasil, barulah, sore tadi disempetin mengunjungi pasar takjil sekitaran rumah. Nggak rame sih yang jualan, hanya beberapa. Yang cukup menarik perhatianku yang jualan gerobak lotek. Semoga loteknya enak, pedes dan manisnya berasa. 

3. Ikutan Blog Challenge
Sumpah, kali ini saya beneran keteteran semoga beneran bisa selesai hingga garis finish. Gak berharap menang sama sekali, karena saya sadar sama kapasitas diri ini. Seperti yang pernah saya jelaskan pada tulisan di blog ini, ikutan blog Challenge bagus banget buat mendisplinkan saya si manusia santuy, yang prinsip hidupnya just go with the flow. Ampuuun deh ... 

Owkay, segitu dulu 3 hal yang ingin dilakukan selama puasa, semoga tercerahkan ya temans. 😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku : Terusir - Buya Hamka

Lumayan lama gak up-date review buku , padahal baca buku jalan terus. Mood nge-review bukunya yang terkadang ambekan. Semua bahan sudah siap, eksekusinya ini loh ckckck Parah beut diriku. Kamu pernah ngalamin  kayak gini juga gak sih ?   Judul : Terusir  Penulis : Buya Hamka Genre : Non-fiksi, Novel Roman Penerbit : Gema Insani Tahun Terbit : 2016 Tebal Buku : 142 halaman  Baca di : iPusnas Rating : 🌟🌟🌟🌟 Kali ini saya mau review buku Terusir karya Buya Hamka. Pasti kamu sudah familiar dengan nama beliau yah. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga aktif menulis salah satunya kisah roman. Ada 2 novel beliau yang sangat fenomenal seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Kedua novel ini pernah difilmkan dan mendulang sukses.  Buya Hamka piawai meramu kisah pahitnya realitas kehidupan yang seringnya berakhir tragis. Melalui karyanya beliau kerap mengkritisi tradisi adat dan perilaku masyarakat yang diang...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...