Langsung ke konten utama

Tentang Hobiku

Konon, kalau sudah dewasa kita bebas menentukan mau hidup yang seperti apa. Ingat banget, betapa tidak sabarannya untuk bertumbuh secepat mungkin. Nggak mau berurusan sama ujian demi ujian. Capek ngeliat matematika sialan itu. Eeh, setelah tamat sekolah, ujian kehidupan menanti. Ternyata, dewasa nggak fun lagi. 
Membaca Buku
Sumber : Istockphoto
Owkay, saya memiliki kebebasan, Papa nggak lagi mengintervensi setiap keputusan dalam hidupku. Namanya anak tunggal, Papa perlahan dengan kesadaran penuh kasi kepercayaan. Alhasil, ya gini, kerja dari pagi sampai sore, bersimbah keringat, dibayar rutin setiap awal bulan dengan gaji yang boro-boro UMR tapi mo gimana lagi, dunia orang dewasa berat banget Bestie !!! 

Agar kehidupan dewasaku balance, saya punya hobi yang cukup ampuh mengatasi burn out sama kerjaan atau mendadak mood swing kumat. Apa sajakah hobi saya itu ? Yuuk lanjut baca Bestie 

Membaca 

Sewaktu kecil, Papa menghadiahiku buku dongeng "Gadis Penjual Korek Api", gak yakin Papa pernah baca. Tapi, dari situ, setiap kali berjauhan dengan Papa yang sering kerjaanya keluar provinsi dan bisa berminggu-baru kita bisa ketemuan. Membaca buku dongeng pemberian Papa menghangatkan relung hatiku. Setiap kali kangen sama Papa, saya bakal nyalain korek api, ya nggak simsalabim si Papa muncul. Namun, untuk ukuran anak sekecil itu, imajinasi menyelamatkanku dari kesedihan. 

Hobi membacaku dipengaruhi oleh Papa, setiap sore kala tidak bekerja, Papa asyik membaca koran. Saya kecil tak mau kalah, saya juga mau membaca seperti Papa. Papaku idolaku. 

Kebiasaan yang terbangun sejak kecil berlanjut sampai sekarang. Rasanya ada yang kurang kalau sehari tidak melahap kata-kata. Belakangan, saya cenderung tertarik pada buku non-fiksi dengan tema self-development gitu. Kayaknya, saya berasa dapat bimbingan gratis. Hehe 

Menulis 

Tidak semua perlu diutarakan lewat bicara. Terkadang, menulis bisa jadi pelepasan semua beban yang menyesaki dada. Rasanya lebih plong. Nggak perlu menakar kata-kata. Cukup tumpahkan begitu saja. Selepas dan sebebas-bebasnya. Kalau curhat sama orang lain, suka punya ekspektasi yang mengecewakan. Nggak semua orang diberkati kemampuan untuk mampu bertutur dengan baik dan memberikan support tulus. 
Sampai sekarang, saya masih melakoni hobi menulis. 

Menonton 

Belakangan, saya sering nonton drama Korea, pilihan genrenya disesuaikan dengan kebutuhan mood. Tapi, drama Korea tontotan saya pastinya bukan drama sejuta umat. Maksudnya, bukan drama yang happening, yang banyak dibicarakan. Karena keburu ilfeel, spoilernya bertebaran di sosmed. Ngapain nonton kan ? 

Genre favorit saya tuh genre slice of life, thriller juga boleh. Asal bukan drama romantis atau zombie. Nggak nyaman buat ditonton lama-lama. 

Mendengarkan Musik

Wah ... Kalau hobi mendengarkan musik hukumnya wajib, ibarat kata hidup saya tuh nggak ada artinya tanpa musik. Ritual mendengarkan musik di mulai dari pagi, malah sebelum berangkat kerja saya harus mendengarkan musik. Semangat seketika terpompa, mau semalam begadang, nggak kerasa, kalau kupingku sudah mendengarkan musik. 

Menurutku, penting banget memiliki hobi, tau sendiri kan seperti apa beratnya menjadi orang dewasa. Atau saya aja ya yang mikirnya gini ? Apa pun itu, pilih hobi yang bikin kamu senang dan produktif ya Bestie 

Komentar

Popular Posts

Rambut Rontok Berkurang dengan Mustika Ratu Hair Oil Cem ceman

Mustika Ratu Hair Oil cemceman Buatku 2020  tahun paling absurd, aneh,  menjengkelkan, menyulut cemas, serta hari depan mengabur. Sekadar berharap malah ketar-ketir. Virus  Corona   sekeparat itu, banyak korban berjatuhan, banyak nyawa melayang sia-sia, ekonomi pun tergerus. Termasuk aku di antara sekian juta yang ikut merasakan imbasnya. Muncul pikiran aneh yang ujung-ujungnya overthinking , mempengaruhi mood, berefek ke rambutku yang sempat mengalami kerontokan . Kalau sehelai 2 helai gak masalah, yang bikin saya panik dan hampir senewen, kerontokan rambutku sudah masuk tahap tidak wajar. Rambut rontokku menginvasi mulai dari lantai ruang tamu sampai kamar mandi. Setiap kali nyisir atau pegang rambut gak pernah gak rontok. Sesekali wajar, tapi hampir setiap waktu, kebayang gak seberapa menipisnya rambut di kepala.  Mulailah aku  Googling produk perawatan rambut rontok,dan menemukan   Mustika Ratu   Hair Oil   Cem ceman , ...

Keseruan Wardah Days Out Goes to Bukittinggi

Saya cukup sering dapat pertanyaan, kenapa masih betah bertahan dengan pekerjaan yang sama? Apa tidak bosan dan jenuh? Nggak ,karena kerjaannya dibayar. Meskipun, nominalnya tak berlimpah, tapi cukup untuk hidup. Bisa nabung dikit-dikit. Bisa self reward dengan beli buku tiap bulan dan makan enak sekali sebulan. Termasuk ikut event seru yang diadain sama Wardah Beauty Padang. Nikmat Tuhan mana lagi yang hendak hamba dustakan ?? Hehe  Lagi bosan dan pengen have fun eeh tanpa sengaja saya nemu info event Wardah Days Out Goes to Bukittinggi di Instagram Tanggal Merah Coffee & Eatery. Challenge-nya menarik seperti touch up with bestie, healing wall, remember me dan fun clay workshop. Untuk ikutan, perlu registrasi dan ada dua pilihan mau HTM-nya 45K atau 25K.  Foto: Instagram Tanggal Merah Kalau saya milih yang HTM 45K. Lumayan dapat free Coffee dari Tanggal Merah Coffee & Eatery, produk Wardah worth to 105k (Wardah colorfit cream blush, Wardah ligh...

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Belajar Bahasa Asing Adalah Caraku Mencintai Otak

Foto : Pexels Image Saya teringat, ucapan Haraboji Sim Deok-Chul di drakor Navilerra, " sesuatu yang kausimpan lama bisa menumpul. Mulai saja. Paksakan saja meski kau belum siap ". Seringkali, saya berlindung di balik kata tidak siap, belum siap atau belum waktunya hingga kemampuan berbahasa asing saya menguap begitu saja tertelan waktu.  Flashback ke jaman masih remaja, bahasa Inggris merupakan bahasa yang membuat saya rela mengorbankan waktu bermain. Begitu terlena saya pada tuturan bahasa yang sama sekali asing di kuping namun memiliki daya magis. Membuat saya kala itu bermimpi dengan menguasai bahasa asing saya bisa melihat dunia, tak sebatas tempat kedua kaki ini berpijak, dapat bersinggungan dengan budaya lain, ragam warna kulit. Yang saya tahu ketika itu, bahasa Inggris merupakan bahasa dunia, ia menjadi jembatan komunikasi antar negara dengan latar belakang yang berbeda.  Saya ingat dengan jelas, betapa luar biasanya semangat yang saya kerahkan ketika itu....