Langsung ke konten utama

Pilih Blogger Atau Wordpress?

Pilih Blogger atau Wordpress ? Jawabannya saya pilih Blogger. Platform untuk publish tulisan dan berbagi informasi yang cocok untuk tipikal orang yang gak mau ribet seperti saya. Sedikit flashback, saya bikin blog sejak September 2013. Lucunya, selama hampir 2 tahun, blog itu gak pernah publish tulisan apa pun. Kok gitu ? 

Karena pure memenuhi rasa ingin tahu semata. Di era itu, Raditya Dika dan Kambing Jantan menjadi inspirasi banyak orang untuk bikin blog termasuk saya. Kayaknya, seru menulis kisah keseharian nan unik dan dibaca banyak orang. Saya pikirnya bakalan segampang itu prosesnya. Ternyata, cukup ribet berhubung saya gaptek bahkan setelah beli buku panduan bagaimana menggunakan blog, tetap saja nggak jago nge-blog. Alhasil, 2 tahun kemudian saya memutuskan nge-blog, gak kepikiran sama sekali untuk dibaca oleh banyak orang. Semata ingin menumpahkan unek-unek di kepala. 

Melalui ponsel, saya publish tulisan tentang apa yang saya alami, pengalaman traveling atau pun sok bikin puisi. Tulisan itu cukup diapresiasi oleh teman-teman dekat. Dan saya puas. Nggak kepikiran bahwa blog pun bisa menghasilkan cuan. 

Berikut saya mau beberkan kenapa masih betah nge-blog dengan platform Blogger 

First Love 
Yang namanya cinta pertama pasti meninggalkan kesan, begitu pun dengan platform Blogger. Saya cuma kenal Blogger atau Blogspot. So, untuk pindah ke lain platform agak berat rasanya batin ini hehe 
Terlanjur nyaman dengan Blogger 

Mudah digunakan 
Blogger cocok digunakan bagi blogger pemula plus yang ogah ribet seperti saya. Saya pernah waktu itu nyobain pake wordpress, boro-boro publish tulisan, otak saya keburu ruwet mikiran fitur-fiturnya. Sementara, fitur Blogger cukup bisa saya gunakan. Kebukti, masih nge-blog melalui platform Blogger sampai sekarang. 

Nah, bagaimana dengan temans lebih pilih Blogger atau wordpress untuk nge-blog ? Tentunya, masing-masing platform punya kelebihan dan kekurangan, disesuaikan saja dengan kebutuhan temans ya.

Komentar

Mbu mengatakan…
Aku pilih blogger, ga nyampe 1 jam bikin akun blogger langsung publish apapun yang ada dipikiran saya. Daripada menumpahkan unek-unek dikepala dengan curhat ke orang, beujung ghibah, lebih baik saya ngeblog. Meskipun susah-susah gampang cari kata yang tepat agar dimengerti orang 😄
MizzYani mengatakan…
Gpp kak, teruskan aja nulisnya. Blog kita yang punya kok ahhaha ... Happy blogging kak 😁

Postingan populer dari blog ini

Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar - Tere Liye

Hampir 6 tahun lamanya, saya memutuskan berhenti membaca buku-buku karya Tere Liye . Bukan karena karyanya jelek. Melainkan, saya ingin eksplorasi karya penulis lain. Rasanya, hidup terlalu singkat, bila hanya dihabiskan membaca satu karya penulis saja. Mulailah saya bertualang dan mengoleksi berbagai buku yang menarik perhatian dan memperkaya wawasan dan sudut pandang.  Hingga suatu hari, terbitlah novel karya Tere Liye yang berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Novel yang rilis tanggal 1 Februari 2024 bertepatan dengan suasana menjelang pemilu.  Jujur, saya sama sekali belum tertarik untuk membeli. Sekadar saya lirik di akun IG Tere Liye. Sampai saya ke-trigger oleh twit dari Ernest Prakasa yang memposting novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kaget dan nggak nyangka ! Ernest Prakasa baca novel Tere Liye !!!! Review-nya ini novel yang sungguh berani. Terlalu berani. Salut .  Saya pun penasaran. Apakah novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar akan se...

Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim

[ Review Buku The Things You Can See Only When You Slow Down - Haemin Sunim ] Buku merupakan tempat pelarian ternyaman yang saya pilih. Setiap kali lelah dengan ekspektasi yang seringnya ketinggian, cemas sama masa depan, khawatir dengan opini orang lain atau kesal dan kecewa ketemu orang-orang yang bikin emosi. Ajaibnya, dengan buku kayak punya teman cerita, teman diskusi yang asyik dan nyambung. Boro-boro di dunia nyata, susah ketemunya. Hehe  Sama halnya, saat saya baca Buku The Things You Can See Only When You Slow Down ini, berisi pesan-pesan singkat seperti kutipan bijak dan essai sederhana namun bermakna. Saking sukanya, buku ini sudah berkali-kali saya baca ulang. Tapi, baru kali ini, saya sempat mereview buku yang terjual  lebih dari 3 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.  Buku ini mengulas segala aspek kehidupan sehingga wajar kamu pun bakal merasa relate dengan 8 Bab yang dijabarkan yakni Bab 1 : Istirahat, Bab 2 : Keber...

Buku Filosofi Teras, Mental Tangguh Menghadapi Dinamika Hidup

Apa kabar ? Masihkah semangatmu nyala? Atau terendap dalam kubangan emosi negatif ? Kenalan yuk sama buku filosofi teras , siapa tahu dengan membaca buku ini bisa mengubah persepsimu tentang musibah yang kamu alami serta emosi negatif yang belum mampu dikendalikan seperti rasa cemas, khawatir hingga depresi.  Judul Buku : Filosofi Teras Penulis : Henry Manampiring Penerbit : Kompas  Terbit : Tahun 2018 Jumlah: 344 halaman Rating 🌟🌟🌟🌟 Baca melalui iPusnas Ternyata, sumber itu semua letaknya di pikiran kita. Kebiasaan kita yang suka mendramatisir kesedihan dan berlarut-larut di di dalamnya, memicu emosi negatif, yang bikin hidup tidak tenang. Kita senantiasa dirong-rong oleh kekhawatiran yang kita ciptakan sendiri. Padahal, belum tentu terbukti juga, kan ? Some things are up to us, some things are not up to us - Epictetus Karena itu, melalui buku  Filosofi Teras, Om Piring sapaan akrab penulis, menganjurkan kita harus mencoba belajar mengendalikan pikiran me...